Melanin dalam Tubuh: Fungsi dan Pengaruhnya terhadap Hiperpigmentasi
Penjelasan tentang melanin dalam tubuh terkait fungsi dan pengaruhnya terhadap hiperpigmentasi. (Pexels/Gustavo Fring)

SKINCARE PEDIA – Tahukah kamu bahwa tubuh kita memiliki zat alami bernama melanin? Melanin adalah zat yang memberikan warna pada rambut, mata, dan kulit.

Semakin banyak melanin yang dihasilkan, semakin gelap warna yang dihasilkan. Banyak faktor memengaruhi jumlah melanin dalam tubuh, termasuk faktor genetika dan paparan sinar matahari.

Melanin tidak hanya memberi warna pada rambut, mata, dan kulit. Melanin juga memiliki beberapa fungsi penting lainnya. Apa saja fungsi-fungsi tersebut?

Fungsi Melanin

1. Melindungi dari Paparan Sinar UV secara Alami

Melanin melindungi kulit dari sinar matahari dengan menyerap sinar yang berbahaya, termasuk UVB dan blue light. Meskipun begitu, kamu tetap perlu menggunakan tabir surya untuk perlindungan dari sinar UVA.

2. Perlindungan terhadap Spesies Oksigen Reaktif (ROS)

Spesies oksigen reaktif (ROS) adalah produk sampingan dari proses sel dalam tubuh kita. Jika terdapat banyak ROS, hal ini dapat memicu stres, penuaan dini, dan masalah kesehatan lainnya seperti diabetes dan kanker.

Melanin bekerja untuk menangkal ROS, meningkatkan antioksidan, dan menghilangkan radikal bebas.

3. Membantu Reproduksi Manusia

Melanin juga berfungsi untuk melindungi tubuh dari penipisan folat, yaitu vitamin B kompleks yang berperan dalam menjaga kesehatan telur pada perempuan.

Dengan demikian, melanin mendukung proses reproduksi manusia menjadi lebih lancar.

Gangguan Produksi Melanin

Kekurangan produksi melanin dalam tubuh dapat menyebabkan beberapa kelainan kulit, antara lain:

1. Vitiligo

Vitiligo menyebabkan kulit kehilangan warnanya sehingga timbul bercak-bercak putih. Kelainan ini terjadi karena melanosit dihancurkan oleh sistem kekebalan tubuh. Biasanya, vitiligo lebih sering menyerang orang dengan kulit gelap.

2. Albinisme

Albinisme adalah kelainan kulit di mana sedikit melanin dalam kulit menyebabkan kulit pucat, rambut putih, dan mata berwarna biru. Penderita albinisme rentan terhadap risiko gangguan penglihatan dan kerusakan akibat sinar matahari.

3. Melasma

Melasma adalah kondisi kulit yang ditandai dengan bercak cokelat atau biru keabuan pada wajah atau lengan. Kondisi ini dapat terjadi akibat hormon, paparan sinar matahari, atau penggunaan pil KB.

4. Hilangnya Pigmen setelah Kerusakan Kulit

Jika kulit mengalami infeksi, terbakar, atau melepuh, kemungkinan tubuh tidak bisa menggantikan melanin di area kulit yang rusak.

Hiperpigmentasi dan Penyebabnya

Hiperpigmentasi adalah kondisi di mana warna kulit tidak merata, biasanya terjadi pada wajah, leher, atau tangan. Hal ini disebabkan oleh produksi melanin yang berlebihan. Hiperpigmentasi dapat mengganggu penampilan.

Hiperpigmentasi juga dapat terjadi akibat paparan sinar matahari yang berlebihan. Sinar UVA dapat menembus lapisan kulit paling dalam dan merangsang produksi melanin secara berlebihan.

Hiperpigmentasi sering kali muncul dalam bentuk bintik hitam atau dark spots yang merupakan tanda awal penuaan dini pada kulit.

Cara Mencegah Hiperpigmentasi

Untuk mencegah hiperpigmentasi pada kulit, kamu sebaiknya melakukan hal-hal berikut:

  • Gunakan sunscreen setiap hari.
  • Lakukan double cleansing.
  • Eksfoliasi secara teratur agar kulit tetap sehat.

Melanin memiliki peran penting dalam tubuh kita, mulai dari melindungi kulit dari sinar UV hingga mendukung kesehatan reproduksi. Namun, produksi melanin yang berlebihan atau kurang dapat menyebabkan berbagai masalah kulit.

Oleh karena itu, penting untuk menjaga keseimbangan produksi melanin dengan perlindungan dan perawatan kulit yang tepat.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *