Penyebab Pori-pori Wajah Membesar, Bisa Menimbulkan Masalah Baru di Kulit
Penyebab pori-pori wajah membesar. (Pexels/Mustafa Ezz)

SKINCARE PEDIA – Pori-pori besar sangat mempengaruhi penampilan kulit terutama wajah karena membuatnya terlihat kasar dan tidak rata.

Dengan mencari tahu penyebab pori-pori wajah membesar dapat membantu Anda dalam mengambil langkah untuk mengatasinya. Berikut adalah beberapa penyebab yang menyebabkan pori-pori wajah membesar.

Penyebab Pori-Pori Wajah Membesar

1. Pertambahan Usia

Seiring bertambahnya usia, kulit mengalami berbagai perubahan, termasuk penurunan produksi kolagen dan elastin, dua protein yang membantu menjaga kekencangan dan elastisitas kulit.

Ketika produksi kolagen berkurang, kulit kehilangan kekencangannya, menyebabkan pori-pori terlihat lebih besar. Perawatan kulit yang fokus pada peningkatan produksi kolagen, seperti penggunaan retinoid atau produk yang mengandung vitamin C, dapat membantu mengurangi tampilan pori-pori besar.

2. Produksi Sebum Berlebih

Sebum adalah minyak alami yang diproduksi oleh kelenjar sebaceous di kulit. Ketika kulit memproduksi sebum berlebih, minyak dapat menyumbat pori-pori, menyebabkan mereka membesar.

Orang dengan kulit berminyak sering mengalami masalah ini. Menggunakan produk yang mengontrol produksi minyak, seperti toner yang mengandung witch hazel atau niacinamide, dapat membantu mengurangi produksi sebum dan memperkecil pori-pori.

3. Paparan Sinar UV

Paparan sinar ultraviolet (UV) dari matahari dapat merusak kolagen dan elastin di kulit, menyebabkan penurunan elastisitas kulit dan membuat pori-pori tampak lebih besar.

Selain itu, sinar UV juga dapat menyebabkan kulit menebal, yang juga bisa memperbesar tampilan pori-pori. Menggunakan sunscreen setiap hari dengan SPF yang cukup dapat melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar UV dan membantu menjaga pori-pori tetap kecil.

4. Melewatkan Double Cleansing

Double cleansing adalah cara pembersihan wajah dua tahap yang efektif menghilangkan make-up, kotoran, dan minyak berlebih.

Melewatkan double cleansing dapat menyebabkan penumpukan kotoran di kulit, yang menyumbat pori-pori dan membuatnya tampak lebih besar.

Melakukan double cleansing dengan produk pembersih berbasis minyak dan kemudian berbasis air setiap malam dapat membantu menjaga pori-pori tetap bersih dan kecil.

5. Menggosok Wajah Terlalu Kasar

Menggosok wajah terlalu kasar saat membersihkan dapat menyebabkan iritasi dan peradangan pada kulit. Ini dapat memperburuk kondisi pori-pori, membuatnya tampak lebih besar.

Menggunakan gerakan lembut saat mencuci wajah dan memilih produk pembersih yang lembut dapat mencegah iritasi dan membantu menjaga pori-pori tetap kecil.

6. Malas Membersihkan Wajah Setelah Penggunaan Make Up

Tidur dengan make-up masih menempel di wajah adalah salah satu kesalahan terbesar dalam perawatan kulit. Make-up yang tertinggal di kulit dapat menyumbat pori-pori dan menyebabkan mereka membesar.

Selalu membersihkan wajah dengan seksama sebelum tidur, menggunakan pembersih yang efektif mengangkat make-up, sangat penting untuk menjaga pori-pori tetap bersih.

7. Perubahan Hormon

Perubahan hormon, terutama selama masa pubertas, menstruasi, kehamilan, atau menopause, dapat mempengaruhi produksi sebum.

Hormon androgen yang meningkat dapat merangsang produksi sebum berlebih, yang kemudian dapat menyumbat pori-pori dan membuatnya tampak lebih besar.

Konsultasi dengan dokter kulit untuk mengelola perubahan hormon dan menggunakan produk perawatan kulit yang sesuai dapat membantu mengatasi masalah ini.

Pori-pori wajah yang membesar dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti pertambahan usia, produksi sebum berlebih, paparan sinar UV, kebiasaan pembersihan yang buruk, dan perubahan hormon.

Perawatan kulit yang  tepat dapat membantu menjaga pori-pori tetap kecil dan kulit terlihat halus.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *