Perbedaan sleeping mask dan night cream yang perlu Anda ketahui. (Pixabay/saponifier)
Perbedaan sleeping mask dan night cream yang perlu Anda ketahui. (Pixabay/saponifier)

SKINCARE PEDIA –¬†Perawatan kulit wajah di malam hari merupakan rutinitas penting bagi banyak orang yang peduli akan kesehatan kulit mereka.

Dua produk yang sering kali menjadi pilihan dalam rutinitas ini adalah sleeping mask dan night cream. Meski keduanya memiliki fungsi utama yang serupa, yaitu merawat kulit selama tidur, terdapat beberapa perbedaan mendasar antara keduanya.

Berikut adalah perbedaan dari sleeping mask dan night cream yang belum banyak diketahui.

Perbedaan Sleeping Mask dan Night Cream

1. Fungsi Utama dan Tujuan Penggunaan

Night Cream:

Night cream atau krim malam biasanya diformulasikan untuk memberikan kelembapan dan nutrisi yang intensif pada kulit selama tidur.

Krim malam umumnya kaya akan bahan aktif seperti retinol, peptida, ceramide, dan asam hialuronat yang bekerja untuk memperbaiki, meregenerasi, dan menjaga kelembapan kulit.

Sleeping Mask:

Sleeping mask atau masker tidur, di sisi lain, dirancang sebagai produk perawatan intensif yang memberikan dorongan tambahan untuk kulit.

Produk ini biasanya digunakan sekali atau dua kali seminggu sebagai pelengkap dari rutinitas perawatan harian.

Masker ini bekerja dengan membentuk lapisan pelindung pada kulit, mengunci kelembapan, dan memberikan hidrasi serta nutrisi ekstra.

2. Tekstur dan Komposisi

Night Cream:

Night cream memiliki tekstur yang lebih tebal dan kaya dibandingkan dengan moisturizer atau pelembap harian.

Hal ini memungkinkan krim malam untuk menyerap perlahan ke dalam kulit, memberikan hidrasi yang mendalam sepanjang malam.

Komposisi night cream biasanya mencakup bahan-bahan yang mendukung regenerasi kulit seperti retinoid, antioksidan, dan asam lemak esensial.

Sleeping Mask:

Sleeping mask biasanya memiliki tekstur yang lebih ringan dibandingkan dengan night cream, sering kali berupa gel atau krim ringan yang cepat meresap namun tetap meninggalkan lapisan pelindung pada kulit.

Bahan aktif dalam sleeping mask biasanya lebih beragam, termasuk asam hialuronat untuk hidrasi mendalam, niacinamide untuk mencerahkan kulit, dan bahan alami seperti madu atau ekstrak teh hijau untuk menenangkan kulit.

3. Cara Penggunaan

Night Cream:

Night cream digunakan setiap malam sebagai bagian dari rutinitas perawatan kulit. Setelah membersihkan wajah dan menggunakan toner atau serum, night cream diaplikasikan sebagai langkah terakhir.

Hal ini untuk mengunci semua produk yang telah digunakan sebelumnya dan memberikan hidrasi serta nutrisi sepanjang malam.

Sleeping Mask:

Sleeping mask digunakan sebagai tambahan, bukan pengganti night cream. Biasanya diaplikasikan satu atau dua kali seminggu, setelah penggunaan toner dan serum.

Namun demikian, Anda bisa menggantikan night cream pada malam-malam tertentu ketika kulit memerlukan perawatan ekstra. Setelah dioleskan, sleeping mask dibiarkan semalaman dan dibilas pada pagi hari.

4. Hasil yang Diharapkan

Night Cream:

Dengan penggunaan rutin, night cream diharapkan dapat meningkatkan kesehatan kulit secara keseluruhan, mengurangi tanda-tanda penuaan, meningkatkan elastisitas kulit, dan menjaga kelembapan kulit.

Sleeping Mask:

Sleeping mask memberikan hasil yang lebih segera, membuat kulit terlihat lebih segar, cerah, dan terhidrasi setelah satu kali penggunaan. Ini sangat berguna untuk memberikan perawatan intensif pada kulit yang lelah atau stres.

Baik night cream maupun sleeping mask memiliki peran penting dalam perawatan kulit di malam hari.

Night cream cocok untuk penggunaan rutin harian dengan fokus pada perbaikan dan pemeliharaan kulit, sementara sleeping mask berfungsi sebagai perawatan tambahan yang memberikan hidrasi dan nutrisi ekstra.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *