Perbedaan Antara Physical Sunscreen, Chemical Sunscreen, dan Hybrid Sunscreen
Perbedaan antara Physical Sunscreen, Chemical Sunscreen, dan Hybrid Sunscreen yang perlu kamu ketahui. (Pixabay)

SKINCARE PEDIA – Kamu yang rutin menggunakan sunscreen, apakah sudah tahu ada beberapa jenis sunscreen yang bisa kamu pilih? Ya, ada tiga jenis sunscreen yang beredar di pasaran: Physical Sunscreen, Chemical Sunscreen, dan Hybrid Sunscreen.

Setiap jenis memiliki kandungan bahan aktif dan cara kerja yang berbeda. Mari kita bahas lebih lanjut mengenai perbedaan ketiganya dan jenis sunscreen apa yang paling cocok untuk kamu gunakan.

Perbedaan Physical Sunscreen, Chemical Sunscreen, dan Hybrid Sunscreen

Physical Sunscreen

Physical sunscreen berfungsi sebagai benteng yang menghalangi sinar ultraviolet (UV) agar tidak menembus kulitmu. Jenis sunscreen ini mengandung bahan aktif seperti Titanium Dioxide dan Zinc Oxide.

Bahan-bahan ini bekerja dengan membentuk lapisan perlindungan yang memantulkan dan menghancurkan sinar UV sebelum mencapai kulit.

Menurut penelitian yang dipublikasikan di jurnal Photodermatology, Photoimmunology, & Photomedicine, physical sunscreen dapat memantulkan dan menghancurkan hingga 97% sinar UV.

Kelebihan dari physical sunscreen adalah keamanannya untuk digunakan oleh semua usia, mulai dari anak-anak hingga dewasa, serta cocok untuk kulit sensitif dan kering.

Namun, ada kekurangan yang perlu kamu ketahui. Physical sunscreen sering kali meninggalkan whitecast, yaitu bekas putih yang terlihat setelah diaplikasikan ke wajah.

Hal ini bisa membuatnya kurang nyaman digunakan saat beraktivitas di luar rumah, terutama saat berolahraga.

Chemical Sunscreen

Chemical sunscreen bekerja dengan cara menyerap sinar UV dan mengubahnya menjadi panas sehingga tidak masuk ke lapisan kulit terdalam.

Bahan aktif yang sering digunakan dalam chemical sunscreen antara lain avobenzone, octinoxate, oxybenzone, octocrylene, octisalate, dan ecamsule.

Kelebihan chemical sunscreen adalah teksturnya yang ringan dan tidak meninggalkan whitecast, sehingga wajahmu tidak akan terlihat abu-abu setelah penggunaan.

Ini membuatnya sangat cocok untuk aktivitas luar ruangan seperti berenang atau olahraga lainnya.

Namun, chemical sunscreen juga memiliki risiko. Bahan kimia di dalamnya dapat menyebabkan alergi dan iritasi, terutama pada kulit sensitif.

Selain itu, penggunaan chemical sunscreen dapat memperburuk kondisi kulit seperti melasma atau rosacea.

Hybrid Sunscreen

Hybrid sunscreen merupakan inovasi terbaru dalam dunia kecantikan yang menggabungkan kelebihan physical dan chemical sunscreen.

Sunscreen ini menawarkan perlindungan efektif seperti physical sunscreen namun dengan tekstur ringan yang mirip dengan chemical sunscreen. Kelebihan lainnya adalah minim whitecast.

Hybrid sunscreen sangat cocok digunakan untuk kulit berjerawat dan kombinasi.

Namun, perlu diingat bahwa efektivitasnya dapat berkurang setelah dua jam pemakaian, sehingga perlu diaplikasikan ulang untuk menjaga perlindungan optimal.

Manakah Jenis Sunscreen yang Paling Baik?

Setelah mengetahui perbedaan antara ketiga jenis sunscreen ini, mungkin kamu bertanya-tanya, “Mana yang terbaik untukku?” Jawabannya tergantung pada jenis kulitmu.

Jika kamu memiliki kulit sensitif, physical sunscreen bisa menjadi pilihan terbaik. Bagi kamu yang memiliki kulit berjerawat, chemical sunscreen mungkin lebih cocok. Sedangkan untuk pemilik kulit kombinasi, hybrid sunscreen bisa menjadi pilihan yang tepat.

Ingatlah, apa pun jenis sunscreen yang kamu pilih, gunakan secara rutin untuk melindungi kulitmu dari pengaruh buruk sinar ultraviolet.

Sunscreen adalah langkah penting dalam perawatan kulit sehari-hari yang tidak boleh kamu lewatkan. Selamat memilih sunscreen yang tepat dan jaga selalu kesehatan kulitmu!***(Ika Sriani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *